Sabtu, 20 September 2025

 

Jangan Mempertentangkan Perintah Allah: Sholawat dan Membaca Al-Qur’an Sama-Sama Penting

Dalam kehidupan beragama, terkadang muncul pandangan yang keliru dari sebagian orang yang membandingkan dan bahkan mempertentangkan satu amal ibadah dengan amal ibadah lainnya. Ada yang mengatakan bahwa membaca Al-Qur’an lebih utama daripada bersholawat, atau sebaliknya memperbanyak sholawat dianggap lebih baik daripada membaca Al-Qur’an. Padahal, keduanya adalah perintah Allah yang memiliki keutamaan masing-masing, dan keduanya sama-sama penting bagi kehidupan seorang Muslim.

Al-Qur’an adalah kalamullah, kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai petunjuk hidup bagi seluruh manusia hingga akhir zaman. Allah berfirman:

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2) 

Membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an adalah kewajiban besar. Rasulullah bersabda:  “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari)

Dari sini jelas bahwa Al-Qur’an adalah pedoman utama dalam kehidupan. Ia mengandung hukum, petunjuk, akhlak, serta solusi atas berbagai permasalahan manusia.

Sholawat sebagai Wujud Cinta kepada Nabi

Di sisi lain, bersholawat kepada Nabi juga merupakan perintah langsung dari Allah . Bahkan, Allah dan para malaikat-Nya pun bersholawat kepada Rasulullah . Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Sholawat adalah bentuk penghormatan, cinta, dan doa bagi Rasulullah . Melalui sholawat, seorang hamba memperoleh keberkahan, ampunan, rahmat, bahkan kemudahan rezeki serta keselamatan dunia-akhirat. Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Jangan Pertentangkan, Keduanya Perintah Allah

Para ulama menegaskan, memperbanyak membaca Al-Qur’an dan memperbanyak sholawat tidak boleh dipertentangkan, karena keduanya adalah ibadah yang diperintahkan.

Al-Qur’an → sumber hukum, pedoman hidup, cahaya bagi umat.

Sholawat→ sarana memperkuat cinta kepada Nabi , pembuka doa, penghapus dosa, dan jalan turunnya rahmat Allah.

Imam Ibn Hajar al-Haitami dalam ad-Durr al-Mandhud menjelaskan bahwa memperbanyak sholawat adalah amalan yang sangat dianjurkan, namun tidak boleh sampai melalaikan kewajiban atau menjauhkan seseorang dari membaca Al-Qur’an.

Keseimbangan dalam Ibadah

Islam adalah agama yang penuh keseimbangan. Dalam ibadah, seorang Muslim harus menempatkan segala sesuatu sesuai porsinya:

Ia membaca Al-Qur’an setiap hari sebagai pedoman hidupnya.

Ia bersholawat setiap saat sebagai wujud cintanya kepada Rasulullah .

 Ia berzikir untuk menenangkan hati.

Ia berdoa memohon kebutuhan hidupnya.

Semua ini saling melengkapi, bukan saling meniadakan.

Mempertentangkan antara membaca Al-Qur’an dengan bersholawat adalah kesalahan besar. Keduanya merupakan perintah Allah dan memiliki fadhilah masing-masing. Al-Qur’an adalah petunjuk hidup yang wajib dijadikan pedoman, sementara sholawat adalah doa istimewa yang bahkan Allah dan malaikat pun mengerjakannya.

Seorang Muslim yang cerdas adalah yang mampu menyeimbangkan amal ibadahnya: menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan harian dan memperbanyak sholawat sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah . Dengan demikian, hidupnya akan senantiasa berada dalam cahaya petunjuk dan limpahan rahmat Allah .

Apakah Salah Jika Mengatakan:

“Yang terbaik adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an dibanding memperbanyak sholawat?”

Jawaban berdasarkan tuntunan para ulama dalam kitab kirabnya :

Imam al-Qurthubi (w. 671 H) dalam al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an  (juz 14, hlm. 233) menjelaskan:

Membaca Al-Qur’an adalah dzikir paling agung. Namun bersholawat kepada Nabi memiliki keutamaan khusus, karena ia adalah perintah Allah secara langsung: “Innallaha wa malaaikatahu yusholluuna ‘alan Nabi” (QS. al-Ahzab: 56).

Imam as-Sakhawi (w. 902 H) dalam al-Qaul al-Badi’ fi ash-Shalati ‘ala al-Habib asy-Syafi’ menegaskan:

Tidak boleh seseorang menganggap enteng sholawat atau menolak memperbanyaknya dengan alasan lebih baik membaca Al-Qur’an. Karena masing-masing ibadah punya keutamaan tersendiri. Sholawat adalah bentuk syukur dan pengakuan atas jasa Nabi .

Imam Ibn Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam  Fath al-Bari  (juz 11, hlm. 167):

Sholawat memiliki kedudukan unik karena langsung disandingkan dengan sholawat Allah dan para malaikat (QS. al-Ahzab: 56). Tidak ada amalan lain yang Allah nyatakan demikian.

Syekh Yusuf an-Nabhani (w. 1350 H)  dalam Afdhal ash-Shalawat ‘ala Sayyid as-Sadat menyebutkan:

Membaca Al-Qur’an adalah dzikir paling mulia secara mutlak. Namun memperbanyak sholawat di waktu tertentu (seperti malam Jumat, setelah adzan, di majelis ilmu) bisa lebih utama karena mengikuti tuntunan syariat.

Nabi bersabda:

 “Orang yang paling berhak mendapat syafa’atku adalah yang paling banyak bersholawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi, no. 484)

Nabi juga bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling di bumi, menyampaikan salam umatku kepadaku.” (HR. an-Nasa’i, no. 1282)

Namun dalam hadis lain disebutkan:

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

(HR. Bukhari, no. 5027)

Artinya, Al-Qur’an dan sholawat tidak boleh dipertentangkan, keduanya ibadah yang sama-sama dianjurkan.

1. Membaca Al-Qur’an adalah dzikir paling utama secara umum.

2. Bersholawat  punya keutamaan khusus, terutama terkait syafa’at Nabi , dan kadang lebih utama di waktu-waktu tertentu.

3.Membandingkan keduanya dengan merendahkan sholawat adalah keliru, sebab keduanya bagian dari syariat.

4.Ulama menyarankan  menggabungkan keduanya: memperbanyak membaca Al-Qur’an sekaligus memperbanyak sholawat, sesuai kondisi dan waktu.

Mengatakan “yang terbaik hanya membaca Al-Qur’an, tidak perlu banyak sholawat” adalah  salah , karena merendahkan salah satu syiar Islam. Ulama menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah dzikir tertinggi, sedangkan sholawat adalah dzikir khusus yang diperintahkan langsung oleh Allah . Maka yang benar adalah  keduanya sama-sama utama, dengan posisi masing-masing, dan sebaiknya diamalkan bersama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Jangan Mempertentangkan Perintah Allah: Sholawat dan Membaca Al-Qur’an Sama-Sama Penting Dalam kehidupan beragama, terkadang muncul pand...